​Mengapa memilih Kampus Seni, Jurusan Pendidikan Seni, FKIP (ef-ka-i-pe) Universitas Syiah Kuala.

Mengapa memilih Kampus Seni, Jurusan Pendidikan Seni, FKIP (ef-ka-i-pe) Universitas Syiah Kuala.

Masih dikenal dengan nama Sendratasik (Seni Drama, Tari dan Musik) Unsyiah, tidak banyak yang mengetahui bahwa nama ini sebenarnya sudah tidak menjadi resmi lagi sejak diberlakukan perubahan nomenklatur penamaan program studi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia di Jakarta sejak tahun 2017 lalu.

Di dalam nomenklatur Pemerintah tersebut, penamaan Program Studi Pendidikan Sendratasik disetarakan menjadi Pendidikan Seni Pertunjukan yang kemudian diberlakukan secara informal sebagai nama sementara penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang seni di Unsyiah. Sementara itu, melalui Surat Keputusan Rektor Unsyiah tahun 2017 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola di seluruh unit kerja di lingkungan Unsyiah, Jurusan Pendidikan Seni adalah nama yang secara resmi digunakan di dalam Surat Keputusan untuk sebutan kampus seni tertua di Aceh ini.

Bernaung di kelembagaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), penyelenggaran pendidikan tinggi bidang seni Jurusan Pendidikan Seni Unsyiah sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1990. Berawal dari Program Diploma 3 Vokasional Kesenian, program ini kemudian berkembang menjadi Program Pendidikan Tinggi Sarjana Strata 1 yang digabungkan dengan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Hingga kemudian mandiri sebagai Program Studi ‘Sendratasik’ di tahun 2007.

Dalam masa awal perkembangannya tersebut, ‘Sendratasik’ (Jurusan Pendidikan Seni sekarang) terfokus dengan pembelajaran yang memfasilitasi ketersediaan tenaga pengajar bidang kesenian di Aceh, baik untuk pendidikan tingkat dasar, menengah pertama dan lanjutan atas. Sejumlah tenaga pendidik senior utamanya adalah mereka yang merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dibantu oleh beberapa tenaga profesional, seniman dan budayawan yang ada di Aceh masa itu. Baru pada periode tahun 2000an, sejumlah tenaga dosen muda mulai ditambahkan dari alumni Jurusan ini termasuk dari beberapa universitas keguruan bidang seni dari beberapa kota lainnya di Indonesia.

Seiring dengan dinamika perkembangan bidang profesionalisme pendidik seni di segala jenjang pendidikan formal di Aceh khususnya, serta semakin berkembangnya kebutuhan profesionalisme di bidang kompetensi seni lainnya, maka sejak tahun 2012, mulailah diselenggarakan usaha-usaha pengembangan kurikulum yang memperluas capaian kompetensi profesional lulusannya, seperti pencipta dan penyaji seni, peneliti, serta pengelola, baik dalam produksi maupun keorganisasian dalam bidang seni. Adapun pilihan bidang konsentrasi Mahasiswa/i-nya, menyempurnakan pilihan bidang keterampilan seni yang telah ada di Jurusan ini sejak 28 tahun lampau, yakni bidang konsentrasi Seni Rupa, Musik, Seni Tari serta Drama dan Pemeranan.

Implementasi atas Kurikulum Termutakhir yang sudah berproses selama 6 tahun tersebut akhirnya baru diberlakukan secara resmi pada tahun 2018 lalu. Beberapa sebutan populer dalam masyarakat luas atas profil profesionalisme lulusan dari Jurusan Pendidikan Seni Unsyiah ini ke depan diantaranya: Kurator Seni dan Perupa, termasuk Pelukis, Pengkriya, Penggrafis, Disainer, Komponis, Arangger, Musisi, Konduktor Orkestra, Aktor, Dramatug, Sutradara, Penari serta Koreografer, termasuk Peneliti, Konsultan Seni, Manajer, Organiser, serta Pendidik Seni sebagai kompetensi utamanya.

Selain bersanding dengan dinamika perkembangan profesi dan teknologi termutakhir dalam bidang seni, pembelanjaran yang dikembangkan di Jurusan ini juga menjangkau bermacam pembaharuan yang tumbuh pesat dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan Seni dunia disamping keberpihakan kepada pengembangan Sumber Daya Budaya yang berbasis Kearifan lokal, baik dalam keistimewaan peradaban Islam di Aceh maupun ragam etnik dan kebudayaan suku-suku bangsa Nusantara di wilayah Indonesia hingga ke Asia. Tahapan pembelajaran di Jurusan ini tentunya didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia Kreatif, baik Dosen, Profesional serta Tenaga Kependidikan terlaith, dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang terus berkembang.

Keberadaan Jurusan ini dalam kekerabatan multidisiplin ilmu, profesi dan kepakaran diantara ratusan Program Studi segala jenjang atas puluhan Fakultas di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, adalah sebuah keistimewaan yang berlimpah bagi optimalisasi kemanfaatan seni yang tak terbatas, baik untuk mempersiapkan karir dengan keterampilan seni yang unggul, menciptakan karya dan produk seni bernilai estetika tinggi, serta dalam mengembangkan nilai keilmuan seni itu sendiri. Lebih jauh lagi, belajar seni seungguhnya adalah belajar menjalani kehidupan yang lebih mudah, indah serta semestinya selalu terarah.

Bagikan BERANDA ini

BERANDA Lainnya